entry image

PHALAENOPSIS AMABILIS SI CANTIK YANG TERLUPAKAN

Mendengar kata Phalaenopsis Amabilis bagi orang awam sudah tentu tidak banyak yang tahu, akan tetapi ketika kita mengatakan Anggrek Bulan tentu orang – orang tahu. Tapi tahukah anda bahwa seiring dengan perkembangan zaman, Bunga yang ditetapkan sebagai Bunga Nasional atau Puspa Bangsa Indonesia ini semakin terpinggirkan.

Perkembangan Anggrek yang masuk dalam Familia Orchidaseae ini hanya dikembangkan oleh para hobbies dan/ atau para pemerhati (pembudidaya) Anggrek, khusus untuk kalangan masyarakat umum Anggrek ini terbatas dipelihara dan dikoleksi oleh kalangan tertentu saja, sebut saja bahwa masyarakat yang memelihara Anggrek hanya dilakukan oleh masyarakat dari kalangan tertentu saja baik dari segi strata sosial maupun dari segi usia. Kurangnya minat dari generasi muda atau yang pada zaman ini dikenal dengan istilah Generasi Millenial bahkan sama sekali tidak tertarik dengan hal ini, hal ini mungkin disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi digital yang bagi Generasi Millenial tersebut dianggap sesuatu yang “Fabulous” ketimbang mengurusi masalah bunga – bungaan.

Kurang eksisnya organisasi yang menangani jenis Bunga ini juga menjadi salah satu faktor penyebab hal ini, kurangnya sosialisasi penyebaran informasi akan varietas ini membuat bahkan mengakibatkan rasa keingintahuan generasi muda terhadap bunga ini berkurang bahkan tidak sama sekali. Organisasi Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) menjadi satu – satunya organisasi resmi di Indonesia yang menangani masalah Angrek.

Beberapa tahun lalu, kegiatan – kegiatan seperti pameran Anggrek baik skala regional maupun Internasional sangat sering digelar, hal ini bukan berarti pada zaman sekarang ini kegiatan semacam itu tidak dilaksanakan. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2010 mewakili Indonesia pada ajang Sanya Hainan Orchid Festival di Sanya, Provinsi Hainan – China. Dipilihnya Sulawesi Selatan untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut merupakan hal yang sangat membanggakan, karena dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tidak semua provinsi dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Namun dari tahun ke tahun pelaksanaan kegiatan – kegiatan tersebut semakin berkurang.

Berbicara tentang Phalaenopsis Amabilis (Anggrek Bulan), jenis Anggrek ini merupakan primadona bagi pembudidaya Anggrek, jenis ini seringkali dijadikan sebagai tanaman indukan yang nantinya akan disilangkan dengan jenis anggrek bulan lainnya, untuk kita ketahui bersama bahwa terdapat sekitar 75 lebih jenis Anggrek Bulan yang ada di dunia. Yang mana habitat asli dari Anggrek jenis ini adalah hutan hujan tropis sehingga Indonesia merupakan daerah yang sangat cocok untuk perkembangan ekosistem Anggrek ini, bahkan Anggrek jenis ini tersebar luas di Indonesia dengan nama yang berbeda sesuai dengan daerah penyebaran populasinya.

Anggrek Bulan pada umumnya hidup secara epifit atau menempel pada cabang atau batang pohon selain itu jenis ini juga dapat dibudidaya kan melalui media arang, pakis dan lain - lain, sehingga untuk pemeliharaan dan perawatan nya sangat mudah dan tidak memerlukan tempat dan biaya yang banyak.

Selanjutnya upaya untuk tetap dapat melestarikan salah satu asset bangsa ini harus terus dilaksanakan baik itu kegiatan sosialisasi, pameran Anggrek, melalui pendidikan sekolah sehingga asset bangsa ini tetap terjaga dan dikenal dan tidak dikenang oleh seluruh masyarakat secara Nasional dan Internasional. (VD144)