Sulsel Jadi Tuan Rumah Kejurnas Horseback Archery 2026, Pantai Indah Bosowa Jadi Arena Pertandingan

Makassar, sulselprov.go.id - Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Horseback Archery (HBA) 2026 yang akan digelar di Pantai Indah Bosowa, Makassar. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 21–22 November 2026 dan akan diikuti atlet berkuda dari berbagai provinsi di Indonesia.
Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kejuaraan, Ketua Komisi Horseback Archery (HBA) & Tent Pegging PP PORDASI, Deri Asta, bersama tim Steering Committee (SC) PP PORDASI, yang terdiri atas Bandiyono, Onny Prasetiyo, dan Ronald Regent, berkoordinasi dengan Ketua PORDASI Sulawesi Selatan, Andi Iqbal Najamuddin, beserta jajaran pengurus.
Koordinasi tersebut membahas berbagai aspek persiapan, meliputi kesiapan teknis, penyelenggaraan pertandingan, serta dukungan pemerintah daerah untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.
Ketua PORDASI Sulawesi Selatan, Andi Iqbal Najamuddin, menyambut antusias kepercayaan yang diberikan kepada Sulsel sebagai tuan rumah. Menurutnya, Kejurnas ini menjadi kesempatan bagi Sulawesi Selatan untuk berkontribusi dalam pengembangan olahraga berkuda nasional.
"Kami menyambut dengan penuh antusias kepercayaan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Kejurnas PORDASI 2026. Ini merupakan kesempatan besar bagi Sulsel untuk menunjukkan kesiapan dan kontribusi dalam pengembangan olahraga berkuda, khususnya Horseback Archery di Indonesia," ujar Iqbal Sabtu (7/11/2026).
Penyelenggaraan kejuaraan nasional ini mendapat dukungan Gubernur Sulawesi Selatan. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam persiapan PORDASI Sulsel sebagai tuan rumah, mulai dari kesiapan penyelenggaraan hingga upaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kontingen.
Iqbal yang juga Kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini juga berharap Kejurnas tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet, peningkatan kualitas kompetisi, serta penguatan persaudaraan antardaerah.
"Kami ingin menjadikan Kejurnas ini bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sebagai wadah pembinaan, peningkatan kualitas atlet, serta mempererat persaudaraan antardaerah. Harapan kami, dari kejuaraan ini akan lahir atlet-atlet HBA yang tangguh, memiliki sportivitas tinggi, dan mampu membawa nama Indonesia bersaing di tingkat internasional," katanya.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi Kejurnas, PORDASI Sulsel terlebih dahulu akan menggelar Seleksi Daerah (Selekda) pada 13–14 November 2026. Seleksi ini bertujuan menjaring sekaligus mempersiapkan atlet yang akan mewakili Sulawesi Selatan.
PORDASI Sulsel juga membuka kesempatan bagi atlet yang ingin mengikuti Selekda maupun Kejurnas sepanjang memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Organisasi (PO) PORDASI. Kategori yang dipertandingkan mencakup HBA Junior (usia 14–17 tahun) dan HBA Senior (usia 18 tahun ke atas), Ground Archery Junior (U17) dan Senior (usia 18 tahun ke atas), serta Fast Shooting Junior (U17) dan Senior (usia 18 tahun ke atas).
Iqbal menegaskan, pihaknya ingin menjadikan penyelenggaraan Kejurnas di Pantai Indah Bosowa sebagai momentum penting bagi kemajuan olahraga berkuda Indonesia.
"Sulawesi Selatan tidak hanya ingin menjadi tuan rumah, tetapi juga ingin menjadi bagian dari lahirnya sejarah dan prestasi baru olahraga Horseback Archery Indonesia. Kami ingin Pantai Bosowa menjadi saksi berkumpulnya atlet-atlet terbaik bangsa yang kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional," tutupnya. (*)


