DWP Sulsel dan UPT Taman Budaya Benteng Somba Opu Gelar Workshop Teater Antar Pelajar

Gowa, sulselprov.go.id - Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Selatan, Melani Simon Jufri, membuka Workshop Seni Pergelaran Teater Antar Pelajar Tahun 2026 di Baruga Somba Opu, UPT Taman Budaya Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis (27/8/2026).
Workshop yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT Taman Budaya Benteng Somba Opu bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Selatan itu diikuti 90 pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dari Makassar.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran kreatif bagi para peserta untuk mengenal seni teater sekaligus mengembangkan karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama.
Melani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga, mengembangkan, dan melestarikan kebudayaan daerah, khususnya seni teater, di tengah perubahan zaman.
"Workshop hari ini adalah wujud nyata dari upaya kita bersama untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan daerah, khususnya seni teater, di tengah tantangan perubahan zaman," ujarnya.
Menurut Melani, seni teater tidak hanya berkaitan dengan kemampuan tampil di atas panggung. Melalui proses kreatif, pelajar juga dapat belajar disiplin, kerja sama, keberanian, tanggung jawab, komunikasi, hingga kepekaan sosial.
Ia menilai anak-anak usia sekolah membutuhkan ruang yang positif untuk berekspresi, berkreasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Seni teater menjadi salah satu wadah untuk membangun karakter. Para pelajar tidak hanya belajar tentang ekspresi dan kreativitas, tetapi juga belajar tentang kepekaan sosial, nilai-nilai sejarah, dan terutama bagaimana menggali serta menghayati kearifan lokal yang kita miliki," terangnya.
Melani berharap peserta tidak hanya mengenal berbagai bentuk seni modern, tetapi juga mampu menggali cerita, nilai, dan kearifan lokal Sulawesi Selatan sebagai sumber kreativitas dalam berkarya.
"Kita harap para pelajar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Serap ilmu dari para narasumber, berlatih dengan tekun, dan jadikan seni teater sebagai sarana untuk mengekspresikan diri sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, mengatakan workshop tersebut dirancang secara khusus dengan fokus pada pengembangan seni teater agar tetap terjaga, berkembang, dan dilestarikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan dan pelatihan seni yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami proses kreatif sebuah pertunjukan.
"Melalui kegiatan ini kita berupaya memberikan edukasi, pengalaman, dan ruang ekspresi bagi generasi penerus seni teater di Sulsel. Ini merupakan salah satu bentuk program pendidikan dan pelatihan seni bagi pelajar untuk terlibat langsung dalam proses kreatif melalui praktik, diskusi, dan interaksi," ungkapnya.
Dalam workshop tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teori dan konsep dasar teater, tetapi juga mendapatkan pengenalan mengenai pemeranan, olah tubuh, olah vokal, ekspresi, serta proses kreatif dalam menyiapkan sebuah pertunjukan.
Andi Mirna mengatakan, seni teater tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan moral, nilai-nilai kehidupan, serta kearifan lokal.
Melalui pertunjukan teater, berbagai cerita dan nilai budaya Sulawesi Selatan dapat digali, ditampilkan, dan diperkenalkan kembali agar tetap hidup di tengah perkembangan masyarakat modern.
Lebih jauh, workshop ini diharapkan meningkatkan pemahaman peserta terhadap seni teater sekaligus mendorong lahirnya regenerasi pelaku seni dari lingkungan sekolah.
Keberadaan UPT Taman Budaya Benteng Somba Opu pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan pertunjukan, tetapi juga terus berkembang sebagai ruang belajar, berkarya, dan berproses kreatif bagi calon pelaku seni dan generasi penerus kebudayaan di Sulawesi Selatan. (*)


